Memperkuat Ikatan Guru dan Siswa ( Sebuah Renungan )
Oleh : Muhammad Nur Iman Hidayat, S.Pd
“…mereka akan berusaha sebaik mungkin untuk menyenangkan guru mereka.”
Dahulu saat kita masih sekolah, kita selalu takut dihukum, dipukul, dan dipermalukan saat kita mendapatkan nilai yang jelek. Dan saat ini, sebagai seorang guru kita selalu fokus dengan nilai, lebih jelasnya takut murid akan mendapat nilai jelek. Kita lupa bahwa setiap murid itu unik, mereka memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kita lupa bahwa ada hal yang lebih dibutuhkan murid daripada sekedar nilai semata.
Murid harus dapat mempercayai guru mereka dan merasa aman serta dipahami di sekolah. Mereka perlu tahu bahwa guru mereka menyukai mereka, menghargai mereka, mengutamakan kepentingan mereka, dan berada di pihak mereka.
Mereka akan berusaha 10 kali lebih keras jika mereka mempercayai guru mereka. Bahkan tanpa disuruh, mereka akan berusaha sebaik mungkin untuk menyenangkan guru mereka.
Membangun hubungan kepercayaan antara guru dan murid adalah hal pertama yang harus dilakukan sebelum memberikan pelajaran.
Ketika murid sudah percaya kepada kita sebagai guru, maka mereka akan lebih mudah dan berusaha lebih keras melakukan apa yang kita perintahkan.
Tapi jangan berekspetasi terlalu tinggi kepada mereka, nanti kita akan kecewa, berikanlah mereka kesempatan menjadi lebih baik setiap harinya. Pun sama, sebagai seorang guru kita juga harus selalu melakukan refleksi agar tidak selalu menuntut mereka, tetapi memahami mereka.
Umpan balik dari guru sangat dibutuhkan murid agar bisa menumbuhkan “Growth Mindset” pada murid. Ketika murid hanya mendapatkan nilai tanpa tahu salahnya dimana, apa yang harus diperbaiki, atau apa gunanya belajar ini, meskipun dapat bagus tidak ada apresiasi maka motivasi mereka untuk belajar juga akan turun.
Ingatlah bahwa kata-kata dari seorang guru itu seperti “sihir” yang mampu mengubah pikiran banyak murid. Terlihat sederhana saat kita mengucapkan “kamu hebat bisa menyelesaikan tugas dengan baik”, “wah ide kamu cemerlang, perlu ditambahkan ini biar lebih bagus lagi”, atau “terima kasih yaa sudah melakukan yang terbaik sebisa kamu, meskipun belum bisa menghitung dengan tepat, besok kita coba lagi yaa”. Tapi mungkin kata-kata itulah yang akan diingat sepanjang hidupnya atau bahkan merubah hidupnya.
Inilah yang saya maksud murid bisa 10 kali berusaha lebih keras jika kita memberikan kepercayaan kepada mereka dan menghargai setiap usaha yang mereka lakukan.
Terkadang kedekatan kita dengan murid dimulai dengan “Small Talks” atau basa-basi, misalnya “wah kamu hari ini kelihatan beda, gimana hari ini senang ?”, “terima kasih ya sudah belajar dengan baik, maaf ya bapak/ibu guru masih banyak salah, bapak/ibu guru bangga sama kalian, bapak/ibu guru sayang sama kalian”. Kata-kata sederhana tapi mungkin bisa merubah dirinya atau bahkan hidupnya.
Jika kita ingin dihargai murid mulailah menghargai murid, mulailah memberikan kata-kata positif, jangan malu bilang maaf jika salah, jangan malu bilang bangga dan sayang kepada mereka. Karena semua kebaikan itu akan kembali kepada kita, dan bagaimana mereka memperlakukan kita.
Ada Quotes yang penulis suka tentang “menjadi guru”, bunyinya seperti ini :
Menjadi Guru mengharuskan kita lebih banyak mendengar meskipun diri ini juga butuh untuk didengar
Menjadi Guru terkadang membuat kita menjadi “Superhuman” seakan kita tahu segala jawaban
Terkadang kita harus mengusap air mata lalu sedetik kemudian mengubahnya menjadi senyuman
Di Pundak kami ada banyak harapan
Harapan bahwa kami bisa mengubah masa depan melalui Pendidikan.
Sekian…
“…mereka akan berusaha sebaik mungkin untuk menyenangkan guru mereka.”

